Politikus Perempuan Indonesia

Partisipasi politikus perempuan Indonesia berada di satu tingkat lebih tinggi dari pada di Amerika Serikat. Terdapat beberapa nama politikus perempuan yang aktif dalam dunia politik Indonesia. Siapa saja politikus perempuan Indonesia?

Siapa bilang perempuan Indonesia tidak peduli politik? Buktinya partisipasi politik perempuan Indonesia berada di satu tingkat lebih tinggi dari pada di Amerika Serikat. Hal tersebut diungkapkan wakil konselor politik Kedubes Amerika Serikat untuk Indonesia Casey K. Mace. Lalu siapa saja perempuan Indonesia yang telah terjun dan mencatatkan namanya di panggung politik Indonesia?

 

1.  Megawati Soekarno Putri

Dyah Permata Megawati Setyawati Sukarnoputri atau umumnya lebih dikenal sebagai Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia yang kelima yang menjabat sejak 23 Juli 2001 - 20 Oktober 2004. Karir politik Megawati dimulai pada tahun 1986 dimana beliau menjabat sebagai wakil ketua Partai Demokrasi Indonesia (PDI) cabang Jakarta Pusat. Di tahun 1993, Megawati terpilih menjadi Ketua Umum PDI dan ini disahkan dengan Musyawarah Nasional PDI di Jakarta.

 

Ketika Pemilu 1999, pro Mega yang berubah nama menjadi PDI Perjuangan meraih suara 30 %. Ketika itu massa PDIP menuntun Mega harus menjadi presiden. Akan tetapi Sidang Umum MPR menyatakan bahwa yang maju sebagai Presiden adalh KH Abdurrahman Wahid, dengan Megawati sebagai wakil presiden.Pada tahun 2001, Megawati menggantikan KH Abdurrahman Wahid sebagai Presiden. Dalam kepemimpinannya ini, Megawati mencatat sejarah dengan diadakannya pemilihan presiden langsung oleh rakyat.

 

2. Tri Rismaharini

Tri Rismaharini atau yang sering disapa dengan panggilan Bu Risma adalah Walikota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015 menggantikan Bambang DH yang kemudian menjadi wakilnya.

 

Mulai 28 September 2010, Bu Risma resmi mejabat sebagai Walikota Surabaya. Prestasi yang paling menonjol adalah pengelolaan pertamanan Surabaya sebagai contoh Taman Bungkul yang awalnya tak pantas disebut taman disulap oleh Bu Risma menjadi taman yang indah dan juga telah diakui dunia dengan diterimanya penghargaan sebagai taman terbesar se-Asia Tenggara.

 

Prestasi Bu Risma lainnya adalah memangkas anggaran birokrasi yang berbelit, memberikan tunjangan kesehatan bagi warga yang kurang mampu serta menambah anggaran pendidikan sebesar 35 % dari APBD dimana prosentase ini lebih tinggi dari anggaran pendidikan nasional. Untuk prestasi-prestasi itulah, Bu Risma ditetapkan sebagai nominasi Walikota terbaik di dunia 2012 dengan penghargaan World Mayor Prize oleh The City Mayors Foundation.

 

3. Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa mulai dikenal di panggung politik tanah air setelah sosoknya tampil membacakan pidato pernyataan sikap Fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP) dalam Sidang Umum MPR 1998 silam. Pidatonya ini menjadi pidato kritis pertama terhadap pelaksanaan Orde Baru dalam ajang formal nasional setingkat Sidang Umum MPR.  

 

Khofifah Indar Parawansa pernah menjabat Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada Kabinet Persatuan Nasional, dan yang paling terbaru adalah Calon Gubernur Jawa Timur pada Pemilihan Gubernur tahun 2013 walau akhirnya ia kalah. Khofifah aktif menjadi juru bicara calon presiden Joko Widodo per 24 Mei 2014.

 

4.  Rieke Dyan Pitaloka

Rieke Diah Pitaloka adalah seorang penulis buku, pembawa acara dan pemain sinetron Indonesia. Mulai tahun 2007,  Rieke aktif dalam berbagai kegiatan politik, bahkan pernah menduduki jabatan wakil sekretaris jendral DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar. Rieke kemudian mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri.

 

Rieke adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II. Di Dewan Perwakilan Rakyat, Rieke merupakan salah satu anggota dari Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Pada tahun 2012 Rieke memutuskan untuk mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat dengan didampingi Teten Masduki, namun sayangnya Rieke-Teten tidak memenangkan pilgub tersebut.

 

5.  Rustriningsih

Rustriningsih merupakan Bupati Kebumen dua periode (2000-2005 dan 2005-2010) yang sukses mengantarkan Kebumen ke gerbang kesejahteraan yang jauh lebih baik. Selama menjabat sebagai Bupati, Rustriningsih berhasil membangun infrastruktur yaitu jembatan Karangbolong yang melintasi sungai Suwuk yang menjadi penghubung antara kecamatan Puring dan kecamatan Ayah. Tak hanya itu, ia juga telah memperbaiki jalur Cilacap serta jalur Adipala Cilacap-Bodo (total 87,25 kilometer) yang semula rusak kini menjadi beraspal.

Rustriningsih juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2008 – 2013 dengan pasangan Bibit Waluyo sebagai Gubernur.