Menjalani Tatanan Baru karena Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 membuat banyak aktivitas berubah. Penerapan lockdown di banyak negara, sementara di Indonesia dikenal dengan nama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi langkah utama agar virus ini tidak menyebar kembali. Akan tetapi, langkah utama ini tak selamanya dapat dipertahankan. Perlunya berbagai sektor kembali beroperasi menjadi penyebab utama yang membuat lockdown dan PSBB kini mulai dilonggarkan. Dari sinilah muncul istilah baru, yakni new normal atau tatanan baru.

Banyak orang yang masih bingung dengan yang dimaksud dengan tatanan baru ini. Bahkan, banyak pula yang merasa belum siap. Sebenarnya apa itu tatanan baru dan penerapannya di Indonesia? Mari kita simak pembahasan berikut ini.

Pengertian

Pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona COVID-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal. Menurutnya, tatanan, kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Cara yang dilakukan dengan rutin cuci tangan pakai sabun, pakai masker saat keluar rumah, jaga jarak aman, dan menghindari kerumunan.

Pihaknya berharap kebiasaan baru ini harus menjadi kesadaran kolektif agar dapat berjalan dengan baik. "Siapa pun yang mengelola tempat umum, tempat kerja, sekolah dan tempat ibadah harus melakukan memperhatikan aspek ini, bahkan kita berharap harus menjadi kontrol terhadap kedisiplinan masyarakat," ujarnya seperti dikutip dari Tirto.id.

Persiapan mental

Psikolog sosial asal Solo, Hening Widyastuti, mengatakan bahwa persiapan mental penting dilakukan untuk memasuki new normal atau tatanan baru. Hal ini agar dapat mencegah diri dari stres karena beradaptasi dengan gaya hidup baru.

Persiapan mental yang paling pertama untuk dilakukan, yakni menerima realita bahwa perubahan sedang terjadi dan responsnya adalah dengan mengikutinya. Selain itu, dapat dilakukan juga dengan mencari informasi yang tepat mengenai perkembangan COVID-19, pastikan itu bukan hoaks. Lantaran hoaks malah akan menggangu psikologis hingga menyebabkan stres.

Persiapan mental juga dapat dilakukan lewat interaksi dengan teman atau keluarga untuk saling menguatkan secara psikologis. Sehingga dapat menghadapi new normal dengan positif. Di sisi lain, new normal juga akan mengarah ke gaya hidup yang lebih digitalisasi. Oleh sebab itu, perlu untuk setiap orang melihat peluang ke depan untuk bisa bertahan di era kenormalan baru.

Protokol tatanan baru

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.


SAAT KEMBALI BEKERJA SETELAH PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR (PSBB)

Bagi Tempat Kerja

  1. Pihak manajemen/Tim Penanganan COVID-19 di tempat kerja selalu memperhatikan informasi terkini serta himbauan dan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah terkait COVID-19 di wilayahnya, serta memperbaharui kebijakan dan prosedur terkait COVID-19 di tempat kerja sesuai dengan perkembangan terbaru. (Secara berkala dapat diakses http://infeksiemerging.kemkes.go.id dan kebijakan Pemerintah Daerah setempat)
  2. Mewajibkan semua pekerja menggunakan masker selama di tempat kerja, selama perjalanan dari dan ke tempat kerja serta setiap keluar rumah.
  3. Larangan masuk kerja bagi pekerja, tamu/pengunjung yang memiliki gejala demam/nyeri tenggorokan/batuk/pilek/sesak nafas. Berikan kelonggaran aturan perusahaan tentang kewajiban menunjukkan surat keterangan sakit.
  4. Jika pekerja harus menjalankan karantina/isolasi mandiri agar hak-haknya tetap diberikan.
  5. Menyediakan area/ruangan tersendiri untuk observasi pekerja yang ditemukan gejala saat dilakukan skrining.
  6. Pada kondisi tertentu jika diperlukan, tempat kerja yang memiliki sumber daya dapat memfasilitasi tempat karantina/isolasi mandiri. Standar penyelenggaraan karantina/isolasi mandiri merujuk pada pedoman dalam www.covid19.go.id.
  7. Penerapan higinitas dan sanitasi lingkungan kerja :
  • Selalu memastikan seluruh area kerja bersih dan higienis dengan melakukan pembersihan secara berkala menggunakan pembersih dan desinfektan yang sesuai (setiap 4 jam sekali). Terutama pegangan pintu dan tangga, tombol lift, peralatan kantor yang digunakan bersama, area dan fasilitas umum lainya.
  • Menjaga kualitas udara tempat kerja dengan mengoptimalkan sirkulasi udara dan sinar matahari masuk ruangan kerja, pembersihan filter AC.
  1. Melakukan rekayasa engineering pencegahan penularan seperti pemasangan pembatas atau tabir kaca bagi pekerja yang melayani pelanggan, dan lain lain.
  2. Satu hari sebelum masuk bekerja dilakukan Self Assessment Risiko COVID-19 pada seluruh pekerja untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit COVID-19. Tamu diminta mengisi Self Assessment.
  3. Melakukan pengukuran suhu tubuh (skrining) di setiap titik masuk tempat kerja :
  • Petugas yang melakukan pengukuran suhu tubuh harus mendapatkan pelatihan dan memakai alat pelindung diri (masker dan faceshield) karena berhadapan dengan orang banyak yang mungkin berisiko membawa virus.
  • Pengukuran suhu tubuh jangan dilakukan di pintu masuk dengan tirai AC karena dapat mengakibatkan pembacaan hasil yang salah.
  • Interpretasi dan tindak lanjut hasil pengukuran suhu tubuh di pintu masuk terdapat pada Form 2 dan Form 3.
  1. Terapkan physical distancing/jaga jarak :
  • Pengaturan jumlah pekerja yang masuk agar memudahkan penerapan physical distancing.
  • Pada pintu masuk, agar pekerja tidak berkerumun dengan mengatur jarak antrian. Beri penanda di lantai atau poster/banner untuk mengingatkan.
  • Jika tempat kerja merupakan gedung bertingkat maka untuk mobilisasi vertikal lakukan pengaturan sebagai berikut:
  • Penggunaan lift: batasi jumlah orang yang masuk dalam lift, buat penanda pada lantai lift di mana penumpang lift harus berdiri dan posisi saling membelakangi.
  • Penggunaan tangga: jika hanya terdapat 1 jalur tangga, bagi lajur untuk naik dan untuk turun, usahakan agar tidak ada pekerja yang berpapasan ketika naik dan turun tangga. Jika terdapat 2 jalur tangga, pisahkan jalur tangga untuk naik dan jalur tangga untuk turun.
  • Lakukan pengaturan tempat duduk agar berjarak 1 meter pada meja/area kerja, saat melakukan meeting, di kantin, saat istirahat, dan lain lain.
  1. Jika memungkinkan, menyediakan transportasi khusus pekerja untuk perjalanan pulang pergi dari mess/perumahan ke tempat kerja sehingga pekerja tidak menggunakan transportasi publik.
  2. Petugas kesehatan/petugas K3/bagian kepegawaian melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara proaktif:
  • Sebelum masuk kerja, terapkan Self Assessment Risiko COVID-19 pada seluruh pekerja untuk memastikan pekerja yang akan masuk kerja dalam kondisi tidak terjangkit COVID-19. (Form 1)
  • Selama bekerja, masing-masing satuan kerja/bagian/divisi melakukan pemantauan pada semua pekerja jika ada yang mengalami demam/batuk/pilek.
  • Mendorong pekerja untuk mampu deteksi diri sendiri (self monitoring) dan melaporkan apabila mengalami demam/sakit tengorokan/batuk/pilek selama bekerja.
  • Bagi pekerja yang baru kembali dari perjalanan dinas ke negara/daerah terjangkit COVID-19 pekerja diwajibkan melakukan karantina mandiri di rumah dan pemantauan mandiri selama 14 hari terhadap gejala yang timbul dan mengukur suhu 2 kali sehari. (Form 9)

 

Bagi Pekerja

Selalu menerapkan Germas melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat saat di rumah, dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja dan selama di tempat kerja;

1) Saat perjalanan ke/dari tempat kerja
  •  Pastikan anda dalam kondisi sehat, jika ada keluhan batuk, pilek, demam agar tetap tinggal di rumah.
  • Gunakan masker
  • Upayakan tidak menggunakan transportasi umum, jika terpaksa menggunakan transportasi umum, Tetap menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter
  • Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas umum, gunakan handsanitizer
  • Gunakan helm sendiri
  • Upayakan membayar secara non tunai, jika terpaksa memegang uang gunakan handsanitizer sesudahnya.
  • Tidak menyentuh wajah atau mengucek mata dengan tangan, gunakan tisu bersih jika terpaksa.

 

2) Selama di tempat kerja
  • Saat tiba, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift.
  • Tidak berkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi.
  • Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan.
  • Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas/peralatan yang dipakai bersama di area kerja, gunakan handsanitizer.
  • Tetap menjaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.
  • Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja.
  • Biasakan tidak berjabat tangan.
  • Masker tetap digunakan.

 

3) Saat tiba di rumah
  • Jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum membersihkan diri (mandi dan mengganti pakaian kerja)
  • Cuci pakaian dan masker dengan deterjen. Masker sekali pakai, sebelum dibuang robek dan basahi dengan desinfektan agar tidak mencemari petugas pengelola sampah.
  • Jika dirasa perlu bersihkan handphone, kacamata, tas dengan desinfektan
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit perhari, istirahat cukup (tidur minimal 7 jam), berjemur di pagi hari.
  • Lebih berhati-hati apabila memiliki penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, gangguan paru dan gangguan ginjal atau kondisi immunocompromised/penyakit autoimun dan kehamilan. Upayakan penyakit degeneratif selalu dalam kondisi

 

Sumber :

  1. promkes.kemkes.go.id/
  2. tirto.id
  3. kompas.com
 
 
 
Loading...