Peraturan Mengenai Istirahat di Akhir Pekan dan Hari Libur Nasional

Ketentuan mengenai Cuti di Hari Libur Mingguan dan Hari Libur Nasional yang diatur dalam Undang–Undang no.13/2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 79 - 85 dan Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1954 tentang Penetapan Peraturan Istirahat Buruh

 

Apa kata Undang-Undang mengenai hari libur?

Bagaimana Peraturan Kerja Bersama mengatur mengenai cuti dan hari libur mingguan dan nasional?

Apa saja jenis – jenis hari libur?

Berapa banyak hari libur yang bisa saya dapatkan dalam setahun?

Berapa banyak hari libur nasional dalam setahun?

Apa yang dimaksud dengan bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional?

Apa kata Undang-Undang mengenai bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional?

Bagaimana dengan perhitungan upah lembur  saat bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional menurut Undang-Undang?

Apakah ada batasan maksimal lembur pada hari libur mingguan atau libur resmi?

Bagaimana Perjanjian Kerja Bersama mengatur mengenai bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional?

Adakah peraturan yang mengatur mengapa cuti bersama lebaran dan natal potong jatah cuti tahunan?

 

Apa kata Undang-Undang mengenai hari libur?

Hari libur merupakan cuti berbayar yang tidak mengurangi masa kerja karyawan pada perusahaan. Peraturan mengenai masa istirahat bagi pekerja baik cuti tahunan, mingguan, maupun cuti pada hari libur nasional tertulis dalam Undang-Undang Tenaga Kerja No.13 tahun 2003 pasal 79 – 85.

 

Bagaimana Peraturan Kerja Bersama mengatur mengenai cuti dan hari libur mingguan dan nasional?

Berdasarkan UU No.13/2003 pasal 79 ayat (3), selama tidak melanggar hak cuti/liburan dari pekerja, perusahaan dapat mengatur mengenai cuti secara lebih baik dari ketentuan-ketentuan UU No.13/2003 dalam perjanjian kerja (PK), peraturan perusahaan (PP), atau Peraturan Kerja Bersama (PKB).

Sehingga dari ketentuan tersebut, perusahaan dapat memberikan cuti tahunan setelah seorang pekerja bekerja selama 12 bulan terus menerus, atau mengaturnya secara berlainan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama, sepanjang tidak merugikan hak pekerja (minimal 12 hari per tahun, setelah 1 tahun bekerja).

Pada praktiknya, ada juga perusahaan yang memberikan hak cuti tahunan pekerja pada tahun pertama (12 bulan pertama) seseorang bekerja. Ada pula yang mengatur, semenjak seseorang bekerja, dia berhak mendapat cuti 1 hari per bulan.

UU No.13/2003 sendiri tidak mewajibkan perusahaan memberikan cuti tahunan pada pekerja yang belum bekerja selama 12 bulan. Maka, praktik pemberian cuti tahunan di tiap perusahaan tentu akan berbeda-beda, tergantung pada isi dari PK, PP, atau PKB di perusahaan.

Dalam Perjanjian Kerja Bersama biasanya diatur mengenai waktu liburan/istirahat, Penjadwalan Liburan, Pemberhentian dan Pembayaran untuk Liburan dan Metode Akrual Liburan.

 

Apa saja jenis – jenis hari libur?

  • Hari Libur Mingguan
  • Hari Libur Nasional

 

Berapa banyak hari libur yang bisa saya dapatkan dalam setahun?

Jenis Cuti/Hari Libur

Banyaknya Hari Libur Berbayar yang Berhak didapat

Cuti Tahunan

12 (dua belas) hari kerja

Cuti Sakit

  • untuk 4 (empat) bulan pertama, dibayar 100% (seratus perseratus) dari upah;
  • untuk 4 (empat) bulan kedua, dibayar 75% (tujuh puluh lima perseratus) dari upah;
  • untuk 4 (empat) bulan ketiga, dibayar 50% (lima puluh perseratus) dari upah; dan
  • untuk bulan selanjutnya dibayar 25% (dua puluh lima perseratus) dari upah sebelum pemutusan hubungan kerja dilakukan oleh pengusaha.

Cuti karena keperluan penting

  • Pekerja menikah : 3 (tiga) hari
  • Menikahkan anaknya : 2 (dua) hari
  • Mengkhitankan anaknya : 2 (dua) hari
  • Membaptiskan anaknya : 2 (dua) hari
  • Istri melahirkan/mengalami keguguran kandungan : 2 (dua) hari
  • Suami/istri, orang tua/mertua, anak atau menantu meninggal dunia : 2 (dua) hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia : 1 (satu) hari.

Hari Libur Nasional

14 hari

Libur Mingguan

1 hari jika Anda bekerja selama 7 jam/hari, 2 hari jika Anda bekerja selama 8 jam/hari

 

Berapa banyak hari libur nasional dalam setahun?

Pemerintah akan mengumumkan hari libur nasional pada setiap tahunnya. Di waktu libur nasional ini, perusahan wajib membayar penuh para karyawannya.

Kesepakatan Libur Nasional dan Cuti Bersama di Tahun 2020 ini juga mempertimbangkan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil; Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Sipil Negara; Keputusan Presiden No. 3 Tahun 1983 tentang Perubahan Atas Kepres 251/1967 tentang Hari Libur Nasional sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keppres No. 10 Tahun 1971; dan Peraturan Presiden No. 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara.

Pemerintah mengumumkan hari libur nasional pada setiap tahunnya. Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama, perusahan wajib membayar penuh gaji para karyawannya.

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020 yang disepakati:

No

 

Tanggal

Hari

 

Keterangan

 

1

 

1 Januari

 

Rabu

 

Libur Tahun Baru 2020 Masehi

 

2

25 Januari

Sabtu

Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili

3

 

22 Maret

Minggu

Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

4

 

25 Maret

Rabu

Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942

5

 

10 April

Jumat

Wafat Isa Al Masih

6

 

1 Mei

Jumat

Hari Buruh Internasional

7

7 Mei

Kamis

Hari Raya Waisak 2564

8

21 Mei

Kamis

Kenaikan Isa Al Masih

9

 

24-25 Mei

Minggu, Senin

Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah

10

1 Juni

Senin

Hari Lahir Pancasila

11

31 Juli

Jumat

Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah

12

 

17 Agustus

Senin

Hari Kemerdekaan RI

13

 

20 Agustus

Kamis

Tahun Baru Islam 1442 Hijriah

14

 

29 Oktober

Kamis

Maulid Nabi Muhammad SAW

15

 

25 Desember

Jumat

Hari Raya Natal

16

22,26, dan 27 Mei

Jumat, Selasa, Rabu

Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri

17

 

24 Desember

Kamis

Cuti Bersama Hari Raya Natal

 

Apa yang dimaksud dengan bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional?

Waktu kerja lembur pada hari libur mingguan dan hari libur nasional adalah waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004).

Perhitungan upah lembur pada hari libur mingguan atau hari libur resmi adalah :

  • Untuk pekerja yang bekerja selama 6 hari/minggu
  • Untuk pekerja yang bekerja selama 5 hari/minggu

    Apa kata Undang-Undang mengenai bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional?

    Ketentuan tentang waktu kerja lembur pada hari libur mingguan dan hari libur nasional diatur dalam Undang –Undang no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pengusaha wajib memberi waktu istirahat diantaranya adalah istirahat mingguan 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu (UU No.13/2003 pasal 79 ayat 2).

     

    Pekerja tidak wajib bekerja pada hari-hari libur resmi. Pengusaha dapat mempekerjakan pekerja untuk bekerja pada hari-hari libur resmi apabila jenis dan sifat pekerjaan tersebut harus dilaksanakan atau dijalankan secara terus menerus atau pada keadaan lain berdasarkan kesepakatan antara pekerja dengan pengusaha. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja yang melakukan pekerjaan pada hari libur mingguan dan hari libur resmi wajib membayar upah kerja lembur (UU No.13/2003 pasal 85).

     

    Peraturan mengenai waktu kerja lembur pada hari libur mingguan dan hari libur nasional lebih lengkapnya diatur dalam Kepmenakertrans no.102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur.


    Bagaimana dengan perhitungan upah lembur  saat bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional menurut Undang-Undang?

    Perhitungan Upah Lembur didasarkan upah bulanan dengan cara menghitung upah sejam adalah 1/173 upah sebulan. Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Kepmenakertrans No. 102/MEN/VI/2004 , Rumus perhitungan upah lembur di hari libur mingguan dan hari libur nasional adalah sebagai berikut:

    PERHITUNGAN UPAH LEMBUR PADA HARI LIBUR/ISTIRAHAT

    JAM LEMBUR

    KETENTUAN UPAH LEMBUR

    RUMUS

    6 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu)

    7 Jam pertama

    2 Kali Upah/Jam

    7 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan

    Jam Ke 8

    3 Kali Upah/jam

    1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan

    Jam Ke-9 s/d Jam ke-10

    4 Kali Upah/Jam

    1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan

    Hari Libur Resmi Jatuh Pada Hari Kerja Terpendek misal Jum’at

    5 Jam pertama

    2 X Upah/jam

    5 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan

    Jam ke-6

    3 X Upah/jam

    1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan

    Jam Ke-7 & 8

    4 X Upah/jam

    1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan

    5 Hari Kerja per minggu (40 Jam/Minggu)

    8 Jam pertama

    2 Kali Upah/Jam

    8 jam x 2 x 1/173 x upah sebulan

    Jam ke-9

    3 Kali Upah/jam

    1 jam x 3 x 1/173 xupah sebulan

    Jam ke-10 s/d Jam ke-11

    4 Kali Upah/Jam

    1 jam X 4 x 1/173 x upah sebulan

     

    Contoh :
    Andi biasa bekerja selama 8 jam kerja/hari atau 40 jam/minggu. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari istirahat Andi. Akan tetapi perusahaan Andi memintanya untuk masuk di hari Sabtu selama 6 jam kerja. Gaji Andi sebesar Rp. 2.800.000/bulan yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap. Lalu, berapa uang lembur yang patut didapat Andi yang bekerja selama 6 jam di hari liburnya?

     

    Andi melakukan kerja lembur di hari liburnya total 6 jam. Take home pay Andi berupa Gaji pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap berarti Upah sebulan = 75% upah sebulan = 75% x Rp. 2.800.000 = Rp. 2.100.000.

     

    Apabila waktu kerja lembur jatuh pada hari libur/istirahat, upah lembur dihitung 2 kali upah/jam untuk 8 jam pertama kerja.
    Sesuai dengan rumus maka Upah Lembur Andi :
    6 jam kerja x 2 x 1/173 x Rp. 2.100.000 = Rp. 145. 665


    Apakah ada batasan maksimal lembur pada hari libur mingguan atau libur resmi?

    Peraturan ketenagakerjaan tidak mengatur batas maksimal lembur di hari libur mingguan atau libur resmi tersebut, yang diatur dalam Undang-Undang adalah  perhitungan upah kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi. Seperti yang  diatur dalam pasal 11 huruf a dan huruf b Kepmen No. 102/2004, ketentuan perhitungan upah kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi adalah lebih besar daripada yang dilakukan pada hari kerja.

     

    Jadi, perusahaan diberi kebebasan untuk menentukan lamanya waktu kerja lembur yang dilakukan pada waktu istirahat mingguan atau hari libur resmi. Meski demikian, perusahaan tetap wajib memperhatikan syarat-syarat menerapkan kerja lembur sebagaimana diatur dalam pasal 6 dan pasal 7 Kepmen No. 102/2004 di antaranya adanya persetujuan buruh yang bersangkutan, perusahaan wajib membayar upah kerja lembur, memberi kesempatan istirahat secukupnya serta makanan dan minuman.

     

    Bagaimana Perjanjian Kerja Bersama mengatur mengenai bekerja di hari libur mingguan dan hari libur nasional?

    Klausal-klausal yang mengatur segala sesuatu mengenai hak dan kewajiban yang telah disepakati oleh pihak pengusaha dan serikat pekerja akan dituangkan dalam sebuah Perjanjian Kerja Bersama (PKB), salah satu di antaranya adalah ketentuan mengenai upah lembur

     

    Pengaturan waktu kerja lembur dan upah lembur di hari libur mingguan dan hari libur nasional yang telah disepakati dan dituangkan dalam PKB tersebut tidak boleh mengatur kurang atau lebih rendah dari ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-perundangan serta kebijaksanaan mengenai pengupahan, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat atau pemerintah daerah, atau oleh lembaga pengupahan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

     

    Ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang harus dijalankan terus-menerus, termasuk pada hari libur resmi. Apabila pekerjaan di tempat kerja Anda termasuk dalam pekerjaan yang harus dijalankan terus-menerus ini, maka managemen perusahaan dapat mengatur jam kerja dan kerja lembur dan perhitungan upah lembur (baik melalui Peraturan Perusahaan maupun Perjanjian Kerja Bersama) dan membaginya dalam shift-shift, sepanjang masih sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Adakah peraturan yang mengatur mengapa cuti bersama lebaran dan natal potong jatah cuti tahunan?

Ada, peraturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 70 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta

SE Menakertrans  No.70/2018 tersebut menjelasakan sebagai berikut:

  1. Cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan yang dilakukan secara bersama-sama.
  2. Pelaksanaan cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan yang dikaitkan dengan cuti tahunan pekerja/buruh sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1954 tentang Penetapan Peraturan Istirahat Buruh.
  3. Pekerja yang bekerja pada hari-hari cuti bersama sesuai SKB, hak cuti tahunannya tidak berkurang dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa.
  4. Pekerja yang melaksanakan cuti pada hari-hari cuti bersama sesuai SKB, hak cuti yang diambilnya diperhitungkan dengan dan mengurangi hak cuti tahunan pekerja/buruh yang bersangkutan.
  5. Oleh karena cuti bersama tersebut bersifat fakultatif/pilihan, pelaksanaannya diatur berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dengan pekerja/buruh dan/atau serikat pekerja/serikat buruh sesuai dengan kondisi dan kebutuhan operasional perusahaan.

Dalam penjelasan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor 70 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta: tersebut  nomor 1 ditegaskan bila cuti bersama merupakan bagian dari cuti tahunan.

Selain itu dijelaskan, bila cuti bersama bersifat fakultatif atau pilihan yang dikaitkan dengan cuti tahunan. Artinya, pekerja bisa memutuskan ingin mengambilnya atau tidak. Oleh karena itu, bila pekerja memutuskan untuk mengambilnya atau operasional perusahaan dinyatakan libur pada cuti bersama, maka cuti bersama tersebut mengurangi jatah cuti tahunan pekerja.

 

Sumber 

  • Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.
  • Indonesia. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 51/MEN/2004 tentang Istirahat Panjang Pada Perusahaan Tertentu.
  • Indonesia. Kepmenakertrans no.102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur.
  • Indonesia. Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1976 tentang Cuti Pegawai Negeri Sipil.
  • Indonesia. Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 1954 tentang Penetapan Peraturan Istirahat Buruh
  • Indonesia. Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 223 Tahun 2018, Nomor 46 tahun 2018, Nomor 13 tahun 2018, tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018
  • https://www.kominfo.go.id/content/detail/20922/inilah-jadwal-libur-nasional-dan-cuti-bersama-tahun-2020/0/berita
 
 
 
Loading...