FAQ Program Makin Terang

Program Makin Terang: Meningkatkan Kerja dan Keterwakilan Pekerja di Indonesia adalah program kolaboratif antara Serikat Pekerja/Serikat Buruh garmen dan tekstil di Indonesia bersama dengan lembaga pendukung gerakan buruh baik di Indonesia maupun internasional. Program yang akan berlangsung selama tahun 2023 - 2025 ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi pada kondisi kerja dan meningkatkan perundingan kolektif berbasis data di pabrik tekstil, garmen, sepatu, dan kulit (TGSL) di Indonesia. Ingin tau apa saja kegiatan dan tujuan dari program Makin Terang? Berikut ulasannya.

 

 

APA ITU PROGRAM MAKIN TERANG?

Istilah “Makin Terang” diambil dari puisi Wiji Thukul berjudul “Makin Terang Bagi Kami”. Wiji Thukul adalah penyair dan aktivis buruh yang dikabarkan hilang diduga berkaitan dengan aktivitas politik yang dilakukannya bersama organisasi yang memperjuangkan jatuhnya rezim orde baru. Puisi Makin Terang menyuarakan bagaimana para pekerja memperbincangkan perjuangan pekerja dalam keheningan, dan bagaimana diskusi mencerahkan dan mendorong mereka bahwa mereka tidak sendiri. Puisi tersebut lah yang menjadi semangat dari program Makin Terang.

Program ini adalah program lanjutan, tahap ke-3, dari program yang sudah berlangsung sebelumnya yakni tahap 1 transparansi melalui survei online, dan tahap 2 data academy. Pada tahap 3 ini kembali dirancang untuk peningkatan transparansi kondisi kerja dan peningkatan perundingan kolektif berbasis data, namun ditingkatkan pada aspek jangkauan, perluasan, dan pengorganisiran. Antara lain dengan menambahkan target pabrik menjadi 533 perusahaan di 5 (lima) wilayah kantong utama industri TGSL yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. 

Selain survei kelayakan kerja, program Makin Terang juga akan memperkenalkan cara pengumpulan data terbaru yang diberi nama Worker Priority Poll (atau jajak pendapat untuk mengetahui kondisi kerja yang paling prioritas untuk ditingkatkan/diperbaiki berdasarkan pilihan pekerja). Cara ini dipilih agar memungkinkan pekerja yang tidak dapat masuk terlibat ke dalam tim perundingan dapat turut berkontribusi dan suara-nya pun didengar. Terutama bagi kelompok pekerja yang selama ini kurang terwakili seperti perempuan, disabilitas, dsb. 

Agar pekerja dapat bertukar dan menyusun strategi, program Makin Terang juga menyediakan pelatihan dan pertemuan diskusi berbentuk lingkar belajar atau learning circles. Tidak hanya untuk pekerja yang sudah tergabung dalam organisasi SP/SB  juga untuk pekerja yang di perusahaannya belum berdiri SP/SB. Harapannya kesadaran berserikat akan muncul dan lahir SP/SB baru yang mendorong makin meluasnya perundingan kolektif. Terakhir, program ini pun berupaya menjangkau berbagai merek dan platform transparansi agar meningkatkan partisipasi dan dampak yang lebih luas.

 

SIAPA PENGELOLA PROGRAM DAN PENERIMA MANFAAT DARI PROGRAM MAKIN TERANG?

Program Makin Terang:  Meningkatkan Kerja dan Keterwakilan Pekerja di Indonesia adalah program kolaboratif yang dijalankan oleh 4 (empat) lembaga pendukung gerakan serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) yakni Gajimu Indonesia, Trade Union Right Center, WageIndicator Foundation, dan FNV Mondiaal. Dalam pembagian kerjanya, tim Makin Terang memandatkan WageIndicator dan Gajimu.com untuk memimpin dalam kegiatan pengumpulan data dan hasil survei. Sementara itu TURC berperan utama dalam kegiatan peningkatan kapasitas melalui pelatihan. Sedangkan FNV Mondiaal berperan dalam menghubungkan program dengan pemangku kepentingan terkait seperti pemerintah, merek, buyer, dan organisasi masyarakat lainnya. Program ini didukung pendanaan oleh lembaga donor independen, Laudes Foundation. Makin Terang juga bekerjasama dengan FSB Garteks KSBSI, Serikat Pekerja Nasional (SPN), dan FSP TSK SPSI. Ketiganya merupakan SP/SB terbesar di sektor TGSL di Indonesia.

Program ini dicita-citakan untuk dapat memberikan manfaat pada pekerja di 533 perusahaan TGSL di 5 (lima) wilayah yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. 

 

APA TUJUAN PROGRAM MAKIN TERANG?

Program Makin Terang memiliki tujuh tujuan, yaitu:

  1. Mengukur kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan di 533 pabrik TGSL di Indonesia
  2. Mendorong perwakilan pekerja untuk melakukan perundingan kolektif di 190 pabrik dengan status tanpa adanya SP/SB. 
  3. Menambah perwakilan dan keberagaman dalam perundingan kolektif di 533 pabrik, memajukan suara dan prioritas dari pekerja perempuan, dan kelompok yang selama ini suaranya lemah.
  4. Mengukur prioritas pekerja dengan cara yang kredibel, dapat dibandingkan, dan komprehensif untuk mengetahui area peningkatan kerja dan menyediakan fasilitas dialog sosial yang efektif.
  5. Membuat dan memantau perkembangan dari dialog sosial, pertemuan bipartit, dan perjanjian kerja bersama dengan kondisi yang lebih baik dari aturan dasar ketenagakerjaan.
  6. Mendorong merek dan platform transparansi untuk menggunakan metode dan data program dalam memantau dan mempengaruhi kondisi kerja, baik di dalam maupun di luar cakupan kepatuhan terhadap hukum ketenagakerjaan.

 

BAGAIMANA ALUR DAN PROSES KERJA PROGRAM MAKIN TERANG?

Program Makin Terang dirancang dan diawali dengan kegiatan pengumpulan data dan analisa hasil pengumpulan data. Untuk kemudian dapat digunakan, program merancang sejumlah kegiatan peningkatan kapasitas untuk menggunakan data dan membawa data ke meja perundingan untuk peningkatan kondisi kerja yang layak. Berikut penjelasan pada tiap kegiatan:   

  • Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan oleh para interviewer yang adalah perwakilan mitra SP/SB yang bekerjasama dengan program. Para interviewer ini pun telah terlatih. Pengumpulan data bertujuan untuk mengetahui kondisi kerja yang dialami pekerja dan untuk mengetahui isu apa yang dianggap pekerja paling mendesak untuk diselesaikan. Ada dua jenis survei yang dilakukan dalam program makin terang, yakni:

1. Survei Kelayakan Kerja

Survei Kelayakan Kerja ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kerja tiap pabrik berdasarkan aturan normatif ketenagakerjaan yang berlaku dan untuk mengetahui implementasi Perjanjian kerja Bersama (PKB) di perusahaan. Survei dilakukan kepada pekerja untuk mendengar langsung dari mereka.

2. Survei Worker Priority Poll

Survei ini berbentuk polling atau jajak pendapat dengan tujuan untuk mengetahui isu-isu apa (pengupahan, jaminan kerja, K3, dan lainnya) yang paling mendesak bagi pekerja.

  • Peningkatan Kapasitas

Peningkatan kapasitas dilakukan melalui berbagai jenis pelatihan dan lingkar belajar. Pelatihan yang akan berlangsung antara lain: pelatihan PKB, Advokasi Berbasis Data, Akademi Pekerja Perempuan, dan Training of Trainers (pelatihan untuk para pelatih). Sementara lingkar belajar ditujukan sebagai kelompok belajar lintas SP/SB mitra program juga pekerja di perusahaan yang belum bergabung dengan SP/SB agar dapat mengenal perwakilan serikat pekerja dan memahami gerakan kolektif yang dibangun dalam SP/SB.

  • Dialog Berbasis Data dan Perjanjian Kerja Bersama

Hasil survei dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk memicu dialog sosial dan perundingan kolektif. Peserta program juga diharapkan dapat membangun argumentasi berbasis data/bukti saat akan berunding dengan pengusaha. Hasil keputusan diharapkan menghasilkan tindakan korektif yang dilakukan oleh pengusaha seperti adopsi Perjanjian Kerja Bersama (PKB), peningkatan syarat kerja dalam PKB, serta kondisi kerja yang lebih layak bagi pekerja. Melalui kegiatan ini, SP/SB di tingkat perusahaan juga diingatkan untuk mulai mendokumentasikan hasil dari pertemuan bipartit atau dialog sosial yang dilakukan, mulai dari tanggal pelaksanaan, topik yang dibahas, dan topik yang disepakati. 

  • Pemantauan Kondisi Kerja

Untuk mempermudah pemantauan kondisi kerja oleh berbagai pemangku kepentingan di industri TGSL, maka hasil pengumpulan data, proses dialog sosial, dan upaya perbaikan kondisi kerja yang dilakukan oleh SP/SB dan manajemen perusahaan yang menjadi bagian program Makin Terang akan ditampilkan dalam situs web Gajimu. Harapan kedepannya, pemangku kepentingan di industri TGSL dapat menggunakan data yang tersedia dan bekerja sama untuk mensejahterakan pekerja dan mengembangkan industri TGSL di Indonesia.

Artikel Terkait:

 

 

Loading...