03/13 Cuti Tahunan dan Hari Libur Garmen

Cuti Tahunan dan Cuti Berbayar di Sektor Garmen

Apa yang dimaksud cuti tahunan?

Cuti tahunan adalah periode waktu istirahat/cuti di mana pekerja tetap mendapatkan upah atau gaji, yang diberikan oleh majikan kepada pekerja untuk keperluan apapun sesuai keinginan pekerja.

Apa pekerja di sektor garmen berhak mendapat cuti tahunan?

Ya. Menurut pasal Pasal 79 UU Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerja/buruh. Dalam pasal tersebut juga disebutkan bahwa cuti tahunan diberikan sekurang-kurangnya 12 (dua belas) hari kerja setelah pekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 (dua belas) bulan secara terus menerus.

Kapan pekerja garmen dapat mengambil cuti tahunannya?

Hak cuti tahunan dapat diambil setelah pekerja bekerja selama 12 bulan secara terus menerus. Jadi disimpulkan bahwa pekerja baru dapat menikmati hak cuti tahunannya pada bulan ke-13 setelah ia mulai bekerja.

Perusahaan juga dapat mengatur mengenai cuti tahunan secara berlainan selama tidak melanggar hak cuti tahunan dari pekerja (tidak kurang dari 12 hari kerja dalam 1 tahun).

Apa yang dimaksud cuti bersama?

Cuti bersama adalah pengambilan cuti tahunan yang dilakukan bersama-sama atas himbauan atau instruksi Pemerintah karena ada momen-momen tertentu

Apakah cuti bersama juga termasuk dalam cuti tahunan?

Ya. Dalam Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang Pelaksanaan Cuti Bersama di Sektor Swasta (SE Menakertrans) dijelaskan bahwa cuti bersama merupakan bagian dari pelaksanaan cuti tahunan yang dilakukan secara bersama-sama (secara massal).

Apa perusahaan boleh mempekerjakan pekerjanya saat cuti bersama?

Boleh. Pekerja yang bekerja pada hari-hari cuti bersama sesuai Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Hari-hari Libur Nasional dan Cuti Bersama, hak cuti tahunannya tidak berkurang dan kepadanya dibayarkan upah seperti hari kerja biasa. Sebaliknya apabila pekerja mengambil cuti bersama, maka hak cuti tahunannya akan dikurangi.

Apakah perusahaan harus membayar upah lembur apabila pekerja bekerja pada hari yang ditentukan sebagai cuti bersama?

Apabila perusahaan ingin pekerjanya tetap masuk kerja saat hari cuti bersama, maka tidak dianggap sebagai bekerja lembur, akan tetapi bekerja seperti lazimnya hari kerja biasa. Pekerja yang diperintahkan masuk dan bekerja pada hari cuti bersama bukanlah dan tidak merupakan pelaksanaan pekerjaan seperti layaknya pada hari istirahat mingguan atau pada hari libur resmi.

Dengan kata lain pelaksanaan pekerjan pada hari cuti bersama, bukanlah bekerja lembur, terkecuali hari cuti bersama tersebut bersamaan dengan hari istirahat mingguan pekerja, maka pekerja berhak mendapat upah lembur.

Apa pekerja garmen dapat mengambil cuti tahunan secara mendadak?

Dalam pasal 79 ayat (3) UU Ketenagakerjaan diatur bahwa pelaksanaan waktu istirahat tahunan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama (PKB). Ini berarti pengaturan mengenai apakah cuti tahunan boleh diambil secara mendadak atau tidaknya, bergantung pada perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau PKB tempat pekerja yang bersangkutan bekerja.

Untuk perusahaan yang memiliki banyak pekerja, mungkin kegiatan produksi bisa tetap berjalan dengan baik bila ada pekerja mengambil cuti mendadak. Namun bila jumlah pekerjanya terbatas, perusahaan tentu harus mengatur supaya proses produksi tidak terganggu dan dapat tetap berjalan. Jadi, pengaturan cuti bergantung pada kondisi masing-masing perusahaan garmen.

Apakah perusahaan wajib memberikan kompensasi apabila pekerjanya tidak mengambil keseluruhan cuti tahunan?

Tidak ada ketentuan dalam UU Ketenagakerjaan yang mengatur adanya kompensasi (berupa uang) sebagai penggantian cuti tahunan yang tidak diambil oleh pekerja (baik sebagian maupun seluruhnya). Artinya, kalau pekerja telah diberi kesempatan untuk cuti dan tidak ada kesepakatan untuk mengurangi cuti/penangguhan cuti, maka jika tidak diambil, hak cuti pekerja yang bersangkutan gugur dengan sendirinya

Apa pekerja mendapat kompensasi penggantian hak cuti tahunan apabila terjadi PHK?

UU Ketenagakerjaan mengatur kompensasi atau penggantian cuti tahunan (berupa uang) bagi pekerja yang putus hubungan kerjanya (PHK) jika memenuhi syarat yang ditentukan sebagai berikut :

  • Pada saat terjadi PHK, pekerja yang bersangkutan telah mempunyai masa kerja sekurang-kurangnya 6 bulan sejak saat timbulnya hak cuti tahunan.

Apabila memenuhi syarat, maka pekerja berhak atas kompensasi cuti tahunan (penggantian istirahat tahunan) yang merupakan bagian dari uang penggantian hak sebesar upah penuh pada hari-hari kerja.

Apa pekerja garmen yang akan menikah mendapat cuti yang upahnya tetap dibayar? Berapa lama cuti berbayar yang dapat diambil?

Ya. Dalam pasal 93 ayat 4 UU Ketenagakerjaan disebutkan bahwa pekerja berhak atas cuti tidak masuk kerja/berhalangan hadir karena alasan penting dan tetap dibayar penuh. Alasan/keperluan penting tersebut mencakup : 

  • Pekerja menikah, berhak mendapat cuti berbayar selama 3 (tiga) hari
  • Menikahkan anaknya, berhak mendapat cuti berbayar selama 2 (dua) hari
  • Mengkhitankan anaknya, berhak mendapat cuti berbayar selama 2 (dua) hari
  • Membaptiskan anaknya, berhak mendapat cuti berbayar selama 2 (dua) hari
  • Istri melahirkan/mengalami keguguran kandungan, berhak mendapat cuti berbayar selama 2 (dua) hari
  • Suami/istri, orang tua/mertua, anak atau menantu meninggal dunia, berhak mendapat cuti berbayar selama 2 (dua) hari
  • Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia, berhak mendapat cuti berbayar selama 1 (satu) hari.

Hari Libur Nasional dan Istirahat Mingguan di Sektor Garmen

Berapa banyak hari libur nasional yang bisa diperoleh oleh pekerja garmen?

Pemerintah biasanya akan mengeluarkan Surat Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama setiap tahunnya. Hari libur nasional terdiri dari :

  • Tahun Baru Masehi
  • Tahun Baru Imlek
  • Hari Raya Nyepi
  • Wafat Isa Al-Masih
  • Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW
  • Hari Buruh Internasional
  • Hari Raya Waisak
  • Kenaikan Isa Al Masih
  • Hari Raya Idul Fitri
  • Hari Kemerdekaan RI
  • Hari Raya Idul Adha
  • Tahun Baru Islam
  • Maulid Nabi Muhammad SAW
  • Hari Raya Natal

Apakah perusahaan garmen dapat menyuruh pekerjanya untuk bekerja pada hari libur nasional?

Berdasarkan pasal 85 UU Ketenagakerjaan, pekerja tidak wajib bekerja pada hari libur resmi. Walaupun demikian, pada jenis-jenis dan sifat pekerjaan tertentu yang harus dijalankan secara terus-menerus, pekerja dapat “diwajibkan” bekerja, dalam arti harus tetap melaksanakan pekerjaan di hari-hari libur resmi.

Apabila dalam pabrik/perusahaan garmen terdapat suatu pekerjaan yang bersifat darurat dan harus segera diselesaikan untuk memenuhi target produksi tertentu, maka perusahaan tersebut dapat memerintahkan pekerja untuk tetap bekerja pada hari libur resmi atas dasar kesepakatan. Dan bila perusahaan mendapat persetujuan dari pekerja yang bersangkutan untuk bekerja di hari libur resmi, maka perusahaan dapat mempekerjakan pekerjanya dan wajib membayar upah kerja lembur.

Apakah hari libur mingguan selalu hari Sabtu dan/atau Minggu? Bolehkah perusahaan garmen menetapkan hari libur mingguan di hari lain?

Boleh. Pada dasarnya perusahaan wajib memberi waktu istirahat mingguan kepada karyawannya, 1 (satu) hari untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu atau 2 (dua) hari untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu. UU Ketenagakerjaan tidak mengatur secara rinci hari istirahat mingguan tersebut harus jatuh pada hari apa.