02/13 Kompensasi Garmen

Upah Lembur bagi Pekerja Garmen

Apa itu kerja lembur?

Kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi jam kerja normal atau jam kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah. Peraturan ketenagakerjaan Indonesia menetapkan jumlah jam kerja per minggu selama 40 jam, yang dapat dilakukan dengan pengaturan:

  • 8 jam per hari untuk 5 hari kerja seminggu
  • 7 jam per hari untuk 5 hari, dan 5 jam pada hari keenam, untuk 6 hari kerja seminggu.

Sehingga, semua kelebihan jam kerja wajib diperhitungkan sebagai waktu kerja lembur, kecuali untuk beberapa jenis pekerjaan yang diatur dengan keputusan menteri.

Apa saya dibayar jika melakukan kerja lembur?

Pada dasarnya pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh melebihi waktu kerja wajib membayar upah kerja lembur. Akan tetapi, ketentuan waktu kerja lembur ini tidak berlaku bagi sektor usaha atau jenis pekerjaan yang diatur dengan keputusan menteri.

Apakah ada batas maksimal untuk waktu kerja lembur bagi pekerja garmen?

Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi. Akan tetapi, ketentuan ini tidak berlaku bagi sektor usaha atau jenis pekerjaan yang diatur dengan keputusan menteri.

Apakah perusahaan garmen boleh memaksa pekerjanya bekerja lembur karena banyaknya target order dari buyer?

Semua pekerjaan lembur bersifat sukarela, artinya pengusaha wajib menanyakan persetujuan dari pekerja yang bersangkutan untuk melakukan lembur. Lembur dapat terjadi apabila ada kesepakatan antara pekerja dan perusahaan. Jika pekerja tidak ingin melakukan lembur, maka perusahaan tidak dapat memaksa pekerjanya.

Namun menurut keputusan menteri NO: KEP.233/MEN/2003 ada beberapa jenis pekerjaan yang mengharuskan pekerjaan lembur sekalipun tanpa kesepakatan dari pekerja, namun tetap memperhitungkan jam lembur.

Apakah sektor garmen termasuk dalam jenis pekerjaan yang harus dijalankan secara terus-menerus seperti yang diatur daman keputusan menteri?

Tidak, sektor garmen tidak termasuk dalam jenis pekerjaan yang dijalankan secara terus-menerus. Jenis-jenis pekerjaan yang dijalankan secara terus-menerus menurut Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. Kep-233/Men/2003 tentang Jenis Dan Sifat Pekerjaan Yang Dijalankan Secara Terus Menerus, mencakup:

  • pekerjaan di bidang pelayanan jasa kesehatan;
  • pekerjaan di bidang pelayanan jasa transportasi;
  • pekerjaan di bidang jasa perbaikan alat transportasi;
  • pekerjaan di bidang usaha pariwisata;
  • pekerjaan di bidang jasa postel;
  • pekerjaan di bidang penyediaan tenaga listrik, jaringan pelayanan air bersih (PAM) dan penyediaan bahan bakar minyak dan gas bumi;
  • pekerjaan di usaha swalayan, pusat perbelanjaan dan sejenisnya;
  • pekerjaan di bidang media massa;
  • pekerjaan di bidang pengamanan;
  • pekerjaan di lembaga konservasi
  • pekerjaan-pekerjaan yang apabila dihentikan akan mengganggu proses produksi, merusak bahan, dan termasuk pemeliharaan / perbaikan alat produksi

Bagaimana cara menghitung upah lembur?

Penghitungan kompensasi lembur per jam adalah 1/173 x upah sebulan. Upah lembur jam pertama di hari kerja sebesar 1,5 kali upah per jam. Upah lembur jam kedua dan seterusnya sebesar 2 kali upah per jam

Apakah pengusaha harus menyediakan makanan bagi pekerja yang lembur?

Jika jam lembur lebih dari 3 jam, pengusaha wajib menyediakan makanan yang mengandung sekurang-kurangnya 1400 kalori untuk pekerja/buruh.

Kompensasi Kerja Malam di Sektor Garmen

Apa yang dimaksud dengan kompensasi kerja malam?

Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh pekerja sebagai imbalan finansial atau balas jasa untuk kerja yang sudah mereka lakukan. Kompensasi kerja malam adalah imbalan finansial yang diterima oleh pekerja yang melakukan kerja malam.

Apakah pekerja garmen berhak mendapatkan kompensasi kerja malam?

Bagi pekerja perempuan di sektor garmen yang bekerja malam hari (antara pukul 23.00 – 07.00) wajib disediakan makanan dan minuman yang bergizi, serta wajib menjaga keamanan dan kesusilaan selama di tempat kerja. Dan bagi perempuan yang bekerja antara pukul 23.00 sampai 05.00 wajib disediakan angkutan antar jemput.

Apakah perusahaan juga wajib memberikan kompensasi kerja malam berbentuk uang?

Tidak ada aturan yang mengatur secara khusus mengenai pengupahan untuk pekerjaan di malam hari. Larangan dan kewajiban tentang kerja malam hanya berlaku untuk pekerja perempuan dan pekerja anak (di bawah 18 tahun).

Adapun begitu, perusahaan dapat mengatur secara khusus mengenai upah untuk melakukan kerja malam dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama, sepanjang tidak menyalahi UU Ketenagakerjaan dan merugikan hak pekerja

Penggantian Hari Libur/Istirahat di Sektor Garmen

Apakah perusahaan garmen dapat mengganti hari libur/istirahat pekerjanya?

Dalam situasi khusus, pekerja/buruh dapat bekerja pada hari istirahat dan hari libur nasional, namun peraturan tidak mengatur secara khusus tentang penggantian hari istirahat/libur

Kompensasi Kerja di Hari Istirahat Mingguan dan Hari Libur Nasional bagi Sektor Garmen

Apakah pekerja garmen berhak mendapatkan libur pada hari istirahat mingguan dan hari libur nasional?

Ya. Pekerja garmen berhak untuk mendapatkan istirahat setelah satu minggu bekerja, baik untuk yang bekerja 5 hari dalam satu minggu maupun yang bekerja 6 hari dalam satu minggu. Selain itu, pekerja garmen juga berhak atas istirahat pada hari libur nasional.

Apakah perusahaan garmen dapat mempekerjakan pekerjanya saat hari libur mingguan/libur nasional?

Boleh. Pengusaha dapat mempekerjakan pekerjanya pada hari istirahat mingguan/libur resmi atas dasar kesepakatan. Dan bila perusahaan mendapat persetujuan dari pekerja yang bersangkutan untuk bekerja di hari istirahat mingguan/ libur resmi, maka perusahaan dapat mempekerjakan pekerjanya dan wajib membayar upah kerja lembur.

Bagaimana perhitungan upah lembur di hari istirahat mingguan/libur resmi?

Untuk penghitungan lembur yang dilaksanakan pada hari istirahat adalah sebagai berikut:

  • Untuk pekerja/buruh yang bekerja 5 hari dalam seminggu, maka upah lemburnya adalah 2 kali upah perjam untuk jam pertama sampai kedelapan, 3 kali untuk jam kesembilan, 4 kali untuk jam kesepuluh dan kesebelas.
  • Untuk pekerja/buruh yang bekerja 6 hari dalam seminggu, bila lembur terjadi pada hari dengan jam kerja terpendek, maka upah lemburnya adalah 2 kali upah perjam untuk jam pertama sampai jam kelima, 3 kali untuk jam keenam, 4 kali untuk jam ketujuh dan kedelapan.

Bila lembur terjadi pada hari kerja biasa, maka upah lemburnya adalah 2 kali upah perjam untuk jam pertama sampai ketujuh, 3 kali untuk jam kedelapan, 4 kali untuk jam kesembilan dan kesepuluh.

Loading...