04/13 Jaminan Kerja Garmen

Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Kerja?

Perjanjian antara pekerja/buruh dengan pengusaha atau pemberi kerja yang memuat syarat-syarat kerja, hak, dan kewajiban para pihak. Dalam aturan ketenagakerjaan di Indonesia, terdapat 2 jenis perjanjian kerja, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT).

Apa yang dimaksud dengan PKWT?

PKWT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, adalah perjanjian kerja yang masa berlakunya berdasarkan waktu tertentu atau terbatas (kontrak), karena sifat pekerjaannya yang tidak tetap, tidak termasuk pekerjaan inti atau musiman.

Apa yang dimasud dengan PKWTT?

PKWTT adalah Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu, yang masa berlakunya tidak didasari atas waktu tertentu dan dapat diberlakukan untuk jenis pekerjaan apapun atau biasa disebut permanen atau tetap.

Apa saja persyaratan PKWT untuk pekerja garmen?

Persyaratan PKWT berlaku umum untuk semua sektor pekerjaan. Persyaratan umum tersebut seperti adanya kesepakatan, kecakapan para pihak (kelayakan para pihak yang membuat perjanjian di mata hukum), adanya hal yang diperjanjikan, dan hal yang diperjanjikan tersebut tidak boleh bertentangan dengan hukum. Hal-hal tersebut merupakan persyaratan umum sahnya sebuah perjanjian menurut hukum perdata.

Syarat aturan ketenagakerjaan yang harus dipenuhi adalah kelengkapan identitas para pihak, jenis pekerjaan atau posisi/jabatan yang diperjanjikan, besarnya upah (tidak boleh bertentangan dengan aturan), masa berlaku perjanjian, serta penempatan pekerja. Lalu sebagai syarat tambahan, perjanjian kerja tersebut harus dibuat rangkap 2 dimana masing-masing pihak harus memegang satu salinan asli yang memiliki kekuatan hukum sama. Selain itu jumlah pekerja kontrak dan jenis pekerjaannya juga harus didaftarkan pada dinas tenaga kerja setempat.

Apakah PKWT dapat diberlakukan untuk semua jenis pekerjaan di sektor garmen?

PKWT tidak dapat diberlakukan untuk semua jenis pekerjaan di sektor garmen. Pekerjaan yang dapat diberikan berdasarkan PKWT adalah jenis pekerjaan yang bersifat sementara (6 bulan dan paling lama 3 tahun) dan tidak berdampak pada kegiatan inti produksi.

Apa yang dimaksud dengan pekerjaan inti?

Pekerjaan inti adalah jenis pekerjaan dalam suatu perusahaan yang terkait langsung dengan produksi, dan bila ditiadakan akan mengganggu atau menghentikan proses produksi secara langsung maupun tidak langsung.

Berapa lama masa berlaku PKWT?

Masa berlaku PKWT paling lama yang diijinkan oleh peraturan adalah 2 tahun. Hal ini berlaku umum di semua jenis perjanjian kerja waktu tertentu.

Apakah PKWT dapat diperpanjang?

Ya, PKWT dapat diperpanjang untuk masa berlaku paling lama yang diijinkan oleh peraturan selama 1 tahun tanpa masa jeda. Untuk melakukan perpanjangan perjanjian kerja ini, perusahaan terlebih dahulu harus memberikan pemberitahuan untuk perpanjangan perjanjian kerja selambat-lambatnya 7 hari sebelum perjanjian kerjanya berakhir.

Apakah PKWT dapat diperbaharui?

Ya, PKWT dapat diperbaharui dengan syarat terdapat waktu jeda antara berakhirnya perjanjian kerja yang lama dengan perjanjian kerja yang baru sekurangnya 30 hari.

Apa yang terjadi apabila pekerja garmen dipekerjakan dengan perpanjangan kontrak lebih dari 1 kali atau menandatangani kontrak lebih dari 2 kali?

Apabila pekerja telah menandatangani perjanjian kerja 1 kali dan menandatangani perpanjangan perjanjian kerja lebih dari 1 kali (lebih dari 2 kali menandatangani perjanjian kerja), maka perjanjian kerja tersebut tidak dapat lagi diperpanjang. Perusahaan harus memutuskan apakah mengangkat pekerja atau menghentikan hubungan kerja karena berakhirnya perjanjian kerja.

Apa akibatnya bila hubungan kerja diakhiri sebelum berakhirnya perjanjian kerja?

Apabila hubungan kerja diakhiri sebelum berakhirnya masa perjanjian kerja, maka pihak yang memutuskan hubungan kerja wajib membayar senilai upah pekerja sampai dengan berakhirnya perjanjian kerja. Misalnya perjanjian kerja berlaku untuk 1 tahun (12 bulan), dan pada bulan ke-6 salah satu pihak ingin mengakhiri perjanjian kerja sepihak, maka pihak yang mengakhiri hubungan kerja tersebut wajib membayar senilai 6 bulan upah pekerja kepada pihak lainnya.

Apakah syarat masa percobaan diperbolehkan untuk PKWT pada sektor garmen?

Sebagaimana PKWT pada umumnya, masa percobaan tidak diperbolehkan menjadi syarat dalam sebuah PKWT. Untuk PKWT masa kerja dihitung sejak pertama kali bekerja tanpa masa percobaan kerja.

Pekerja garmen seringkali bekerja tanpa perjanjian kerja melainkan kesepakatan lisan, apakah ini sah?

Perjanjian kerja secara lisan diperbolehkan hanya untuk PKWTT, dengan mensyaratkan surat pengangkatan kemudian. Oleh karena itu, semua perjanjian kerja yang dibuat secara lisan biasanya dianggap sebagai perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT/tetap).

Apa akibatnya bila perjanjian kerja/kontrak kerja melanggar aturan padahal telah ditandatangani oleh pekerja?

Bila sebuah PKWT melanggar aturan, maka perjanjian kerja tersebut menjadi batal dan berubah menjadi Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu.

Aturan yang tidak boleh dilanggar dan dapat membuat PKWT menjadi PKWTT seperti:

  • Pekerjaan yang diperjanjikan tidak boleh pekerjaan inti produksi (core bisnis)
  • Pekerjaan yang diperjanjikan tidak boleh pekerjaan yang bersifat permanen pada perusahaan yang bersangkutan 
  • Perjanjian kerja tidak boleh lebih dari 1 kali dengan perpanjangan 1 kali (hanya 2 kali menandatangani perjanjian kerja) tanpa masa jeda
  • Perjanjian kerja harus dibuat rangkap 2 dimana masing-masing pihak memegang 1 salinan
  • Perjanjian kerja tidak boleh memasukkan masa percobaan kerja sebagai persyaratan

Pekerja garmen dengan PKWT yang berubah menjadi PKWTT, yang manakah yang dijadikan dasar penghitungan masa kerja?

Apabila PKWT berubah menjadi PKWTT, maka yang dijadikan jdasar penghitungan masa kerja adalah PKWT, karena penghitungan masa kerja dimulai sejak adanya hubungan kerja/sejak pertama kali bekerja.

Pekerja garmen dengan PKWTT yang memiliki masa percobaan, yang manakah yang dijadikan dasar penghitungan masa kerja?

Apabila PKWTT dimulai dengan masa percobaan, maka yang dijadikan dasar penghitungan masa kerja adalah sejak dimulainya masa percobaan, karena penghitungan masa kerja dimulai sejak adanya hubungan kerja/sejak pertama kali bekerja.

Hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan berakhirnya hubungan kerja?

Hubungan kerja dapat berakhir karena:

Untuk pekerja garmen yang habis masa kontraknya, apa saja yang menjadi haknya?

Apabila masa kontrak habis dan perusahaan tidak memperpanjang atau tidak mengangkat pekerja yang bersangkutan, maka pekerja tidak memperoleh apa-apa karena PHK tergolong kerena kadaluarsanya kontrak, sepanjang kontraknya memenuhi persyaratan. Apabila kontrak pekerja yang bersangkutan ternyata melanggar aturan ketenagakerjaan, maka pekerja yang bersangkutan dianggap di PHK karena kemauan perusahaan, dan berhak atas pesangon.

Untuk pekerja garmen yang di PHK oleh perusahaan, apa saja yang menjadi haknya?

Pekerja yang di PHK oleh perusahaan bukan karena kesalahan (PHK manajemen), berhak atas pesangon 2 kali ketentuan, penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan, uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti, THR, dll).

Karena sebagian besar pekerja garmen adalah perempuan, dapatkan seorang pekerja garmen di PHK karena hamil/melahirkan?

Pekerja garmen yang hamil atau melahirkan tidak dapat di PHK. Bahkan untuk pekerja perempuan yang melahirkan, harus diberikan jaminan bahwa pekerja yang bersangkutan akan dikembalikan ke pekerjaan dan posisi semula setelah mengambil cuti melahirkan.

Apa hak pekerja garmen yang perusahaannya tutup?

Pekerja yang di PHK karena perusahaan tutup, maka pekerja berhak atas uang pesangon 1 kali ketentuan, uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan, uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti).

Apa hak pekerja garmen yang perusahaannya dibeli atau merger dengan perusahaan lain?

Pekerja garmen yang perusahaannya dibeli atau merger dengan perusahaan lain, memiliki hak untuk memilih apakah akan terus bekerja pada perusahaan yang baru atau memutuskan hubungan kerja. Apabila pekerja memilih untuk di PHK, maka pekerja berhak atas pesangon 2 kali ketentuan, penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan, uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti).

Apabila pekerja memilih untuk meneruskan bekerja pada perusahaan yang baru, maka penghitungan masa kerjanya merupakan kelanjutan dari perusahaan yang lama.

Atau apabila perusahaan yang baru memutuskan untuk mempekerjakan pekerja dengan masa kerja 0 tahun, maka masa kerja yang sebelumnya harus terlebih dahulu diselesaikan dengan menggunakan penghitungan sebagaimana PHK oleh perusahaan.

Apa hak pekerja garmen yang di PHK karena melakukan pelanggaran berat?

Pekerja garmen yang di PHK karena terbukti melakukan pelanggaran berat (SP 3), maka pekerja yang bersangkutan berhak atas atas uang pesangon 1 kali ketentuan, uang penghargaan masa kerja 1 kali ketentuan, uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti). Namun bila pekerja yang bersangkutan dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena melakukan tindak pidana, maka pekerja yang bersangkutan hanya berhak atas uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti).

Apa hak pekerja garmen yang pensiun?

Pekerja garmen yang pensiun berhak atas pesangon 2 kali ketentuan, penghargaan masa kerja 2 kali ketentuan, uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti). Bila perusahaan menempatkan pekerja dalam program pensiun yang dibiayai oleh perusahan, maka bila penghitungan pensiunnya sama atau lebih besar dari penghitungan uang pensiun menurut aturan, perusahaan tidak lagi berkewajiban membayar apapun terkait uang pesangon.

Apabila perusahaan membayar penuh program pensiun dimana nilai program pensiun lebih rendah dari ketentuan, maka perusahaan berkewajiban membayar senilai kekurangan program pensiun dibandingkan dengan peraturan.

Apabila perusahaan dan pekerja membayar program pensiun secara bersama, maka perusahaan hanya membayar senilai kekurangan berdasarkan presentase dari iuran yang dibayarkan oleh pekerja.

Apa hak pekerja garmen yang mengundurkan diri?

Pekerja garmen yang mengundurkan diri setelah memenuhi semua ketentuan menurut aturan ketenagakerjaan, pekerja berhak atas uang pengganti hak sebesar 15% dari total pesangon ditambah penghargaan masa kerja, dan hak lain yang belum diambil (cuti) ditambah apapun yang diatur dalam peraturan perusahaan/PKB yang terdapat dalam perusahaan.