9/13 Jaminan Sosial - BPJS Ketenagakerjaan Sektor Garmen

Pengaturan Mengenai BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Garmen

Apa yang dimaksud dengan BPJS Ketenagakerjaan?

BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik yang bertanggungjawab kepada Presiden dimana BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja Indonesia baik sektor formal maupun informal dan orang asing yang bekerja di Indonesia sekurang-kurangnya 6 bulan. Perlindungan yang diberikan berupa : Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP)

Siapa yang bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Semua orang bisa menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Namun untuk perusahaan yang memiliki pekerja lebih dari 10 orang, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjadi wajib. Artinya semua pekerja yang bekerja pada perusahaan yang memiliki total pekerja minimal 10 orang, wajib menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

 

Kapan BPJS Ketenagakerjaan mulai berlaku penuh?

BPJS Ketenagakerjaan berlaku penuh sejak tanggal 1 Juli 2015. Sejak tanggal tersebut BPJS Ketenagakerjaan mengambil alih seluruh pelayanan yang dulunya diberikan oleh Jamsostek (untuk program Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja), Asabri dan Taspen (untuk jaminan pensiun).

 

Bagaimana cara pekerja garmen agar bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Menurut peraturan, kepesertaan BPJS bagi pekerja merupakan sebuah keharusan. Artinya semua pekerja, termasuk pekerja garmen harus menjadi peserta BPJS. Semua perusahaan wajib menyertakan pekerjanya sebagai peserta BPJS. Apabila tidak, maka perusahaan tersebut dapat dikenai sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan.

 

Apakah pekerja garmen yang telah menjadi peserta Jamsostek perlu didaftarkan ulang?

Karena BPJS merupakan pelaksana pengganti dari Jamsostek, maka pekerja yang telah menjadi peserta Jamsostek tidak perlu mendaftar ulang untuk menjadi peserta BPJS karena pengalihan kepesertaan tersebut berlaku secara otomatis. Namun, BPJS akan melakukan penggantian kartu kepesertaan secara bertahap dari Jamsostek ke BPJS tanpa mengurangi manfaat yang didapat oleh peserta.

 

Bila pekerja garmen pindah ke perusahaan garmen lainnya atau perusahaannya tersebut pindah lokasi, bagaimana dengan status kepesertaannya?

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hanya berlaku 1 kali untuk satu orang. Artinya bila pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pindah tempat kerja, maka kepesertaannya secara otomatis akan diteruskan di tempat kerja yang baru, bila tempat kerja yang baru tersebut mendaftarkan si pekerja. Bila tidak, pekerja yang bersangkutan tetap akan menjadi peserta BPJS, namun dianggap tidak aktif karena tidak membayar iuran keanggotaan.

 

Pelayanan apa saja yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan?

Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan meliputi Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

 

Apa yang dimaksud dengan Jaminan Hari Tua?

Jaminan Hari Tua sebagaimana diatur dalam PP No. 46 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Program Hari Tua, adalah manfaat uang tunai yang dibayarkan sekaligus pada saat peserta memasuki usia pension, meninggal dunia, atau mengalami cacat total tetap

 

Apa yang dimaksud dengan Jaminan Pensiun?

Sesuai dengan PP No.45 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program jaminan pensiun, jaminan pension adalah jaminan sosial yang bertujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan yang layak bagi peserta dan/atau ahli warisnya dengan memberikan penghasilan setelah peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia.

 

Program ini merupakan program baru yang mulai berjalan sejak 1 Juli 2015, berbeda dengan program lainnya yang merupakan kelanjutan dari program Jamsostek

 

Apa yang dimaksud dengan Jaminan Kecelakaan Kerja?

Menurut PP No. 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian, jaminan kecelakaan kerja (JKK) adalah manfaat berupa uang tunai dan/atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja.

 

Apa saja manfaat yang bisa didapat dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)?

Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan kompensasi dan rehabilitasi bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan pada saat dimulai berangkat bekerja sampai tiba kembali dirumah atau menderita penyakit akibat hubungan kerja.

 

Bentuk manfaatnya dapat berupa:

 

1.     Pelayanan kesehatan (perawatan dan pengobatan), mulai dari pemeriksaan dasar dan penunjang, perawatan tingkat pertama dan lanjutan, perawatan intensif (HCU, ICCU, ICU) sampai dengan pelayanan khusus, alat kesehatan dan implant serta rehabilitasi medik, dll.

2.     Santunan berbentuk uang, yang meliputi: 

         a) Penggantian biaya pengangkutan peserta yang mengalami kecelakaan kerja/penyakit akibat kerja, ke rumah sakit dan/atau kerumahnya, termasuk biaya pertolongan pertama pada kecelakaan;

         b) Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB);

         c)  Santunan Kecacatan;

         d) Santunan kematian dan biaya pemakaman bila pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

3.     Program Kembali Bekerja (Return to Work) berupa pendampingan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang berpotensi mengalami kecacatan, mulai dari peserta masuk perawatan di rumah sakit sampai peserta tersebut dapat kembali bekerja.

4.     Kegiatan Promotif dan Preventif untuk mendukung terwujudnya keselamatan dan kesehatan kerja sehingga dapat menurunkan angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

5.     Rehabilitasi berupa alat bantu (orthese) dan/atau alat ganti (prothese) bagi Peserta yang anggota badannya hilang atau tidak berfungsi akibat Kecelakaan Kerja untuk setiap kasus.

6.     Beasiswa pendidikan anak bagi setiap peserta yang meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan kerja sebesar Rp12.000.000,- (dua belas juta rupiah) untuk setiap peserta.

 

Apa yang dimaksud dengan Jaminan Kematian?

Jaminan Kematian menurut PP No. 44 tahun 2015 adalah manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika ahli waris meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja

Apa yang harus dilakukan bila perusahaan garmen tidak mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan?

Bila perusahaan tidak mendaftarkan pekerja pada BPJS, maka langkah yang diambil:

  1. Melaporkan hal tersebut kepada pengawas ketenagakerjaan pada dinas tenaga kerja tingkat provinsi.
  2. Melaporkan hal tersebut langsung kepada BPJS Ketenagakerjaan. 

Loading...