Irwan (34 tahun), Supir bus pariwisata

Keahlian menyetir dan pengetahuan jalannya sudah tidak diragukan lagi, karena Irwan telah menjadi supir bus pariwisata selama 7 tahun. Rute perjalanan ke Bandung, TasikMalaya, Semarang, Yogyakarta sudah menjadi makanan sehari-hari Irwan. Untuk menjadi supir bus pariwisata diperlukan pengetahuan jalan yang baik, seperti jalan mana yang harus ditempuh, jalan mana yang rawan macet atau dimana saja tempat-tempat peristirahatan yang ada, selain itu supir bus pariwisata diharuskan untuk selalu dalam kondisi fit dan mempunyai stamina yang baik.

Irwan adalah pekerja di salah satu perusahaan transportasi untuk pariwisata yang menyediakan berbagai transportasi (bus besar, kecil, mini van, dll) lengkap dengan supirnya. Perusahaan ini mematok rates berbeda-beda untuk setiap pemesanan bus dan tujuan. Siapapun bisa memesan jasa transportasi ini lewat telepon atau dating langsung ke pool mereka. Tak heran banyak sekolah, kantor yang memakai jasa transportasi ini untuk field trip atau gathering kantor.

Irwan mendapat 10% dari pendapatan bus setiap kali dia pergi/narik. Misal : Perusahaan mematok harga Rp. 2.000.000 untuk 8 jam pemakaian bus besar dengan tujuan ke Taman Safari, nah Irwan akan mendapat 10% dari Rp. 2.000.000 jadi sekitar Rp. 200.000 sekali jalan. Irwan menyampaikan bahwa pendapatannya berbeda – beda tiap bulannya range-nya bisa dari Rp. 2.200.000 sampai Rp. 3.500.000. Ternyata besar juga ya gaji seorang supir, sayangnya pendapatan tidak tentu dan tidak mendapat uang transportasi dan makan.

Perusahaan pun menaati peraturan yang ada di Undang-Undang dengan baik, jam kerja memang tidak tentu tapi itu sudah menjadi konsekuensi dari seorang supir bus, jadi Irwan tidak mempermasalahkan itu. Irwan diperbolehkan untuk cuti, mendapat asuransi kecelakaan dan jaminan sosial, dan dia juga selalu diberi Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahunnya. Tidak ada anak dibawah umur 18 tahun yang dipekerjakan di perusahaannya dan Dia mendapat kesempatan dan gaji yang kurang lebih sama dengan supir-supir yang lain.

Ketika diminta untuk berpendapat mengenai www.gajimu.com , Irwan berkomentar, “Untuk masyarakat yang pinter, pekerja middle/high class sih pasti berguna, tapi kalau buat saya, kurang berguna mba. Saya tidak tau cara menggunakan internet, internet masih diluar jangkauan saya”. Dan Irwan berpesan kepada gajimu dan WageIndicator Belanda agar sering – sering mengadakan workshop untuk pekerja seperti saya, kegiatan seperti itu lebih berguna. Informasinya langsung diberikan oleh pembicara, tidak melalui website. “Mudah-mudahan kehidupan menjadi lebih baik mba, rata antara yang kaya dan miskin, yang pintar dan kurang pintar”, pesan Irwan.