Irene Anastasia (25 tahun), Sekretaris

Tidak jarang Irene berkeluh bahwa pekerjaan sebagai sekretaris sangat menyita waktu dan tenaganya. Perusahaan tempat Irene bekerja adalah cabang perusahaan dari Singapore yang baru dibuka, karena masih belum stabil Sumber Daya Manusianya pun tidak banyak hanya 5 orang saja. Alasan itulah yang membuat Irene bekerja melebihi pekerjaan sekretaris pada umumnya. Mulai dari membuat surat korespondensi (hubungan dengan kontraktor, supplier dan report Management Singapore), mengurus invoice, accounting, office payment, data analist, sampai membuat budgeting forecast sebagai acuan menjadi kerjaan Irene sehari-hari.

Irene masih terbilang baru dalam menekuni dunia sekretaris,dulunya dia sering bekerja sebagai marketing. Dia tertarik masuk ke dunia sekretaris karena gaji yang lumayan yaitu sebesar Rp. 6.000.000 termasuk tunjangan transportasi. Bila dibandingkan dengan gaji sekretaris di perusahaan lain, gaji Irene termasuk lumayan besar, tapi Irene masih tidak puas dengan gajinya. “Saya baru tau kalau gaji sekretaris di perusahaan asing (PMA) harusnya Rp. 8.000.000 sampai Rp. 10.000.000, jadi saya mendapat gaji yang kecil sebetulnya” cetus Irene. Tapi Irene mendapat gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi dia masih single.

Tuntutan atasan yang mengharuskan Irene menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan baik membuat Irene sering bekerja lembur, hari itu disuruh, hari itu juga harus selesai. Irene bekerja dari Senin – Sabtu dari jam 09.00 – 18.00 tapi pada prakteknya menjadi 09.00 – 20.00 hampir tiap harinya tanpa uang lembur. Perusahaan mematuhi peraturan di Undang – Undang dengan baik, karena status sebagai perusahaan asing membuat mereka tidak berani melanggar peraturan. Tertulis di kontrak kerja mengenai jam kerja yang lebih dari 40 jam/minggu dan mengenai tidak diberikannya uang lembur, dan Irene pun menyetujuinya, jadi dia tidak complaint banyak mengenai jam kerja.

Mengenai website www.gajimu.com , Irene sudah pernah mencoba fasilitasnya beberapa kali, yang menurut dia bagus untuk patokan tapi dia merasa kurang akurat. “Harusnya lapangan pekerjaannya dibuat lebih spesifik ya dan untuk isi survey gaji sungguh membosankan, pertanyaannya ngga abis – abis bikin saya jadi berhenti di tengah jalan” keluh Irene.

Irene menambahkan agar WageIndicator Belanda tidak bosan – bosan untuk membantu pekerja Indonesia dengan memperbagus website dan sering mengadakan seminar. “Menurut saya akan lebih efektif bila gajimu sering mengadakan seminar dan mempersiapkan banyak laptop dengan fasilitas internet yang baik agar sebelum/sesudah seminar, para peserta bisa mengisi survey gaji, mengecek gaji dan melakukan decent work check. Dan setelah itu jangan lupa dikasih souvenir ya, capek lho mengisi survey sebanyak itu”.

Next>>>