Nikita Septi Ristianti (24 tahun), Perawat

Perawat itu ada banyak jenisnya, ada perawat yang bekerja di Rumah Sakit, Panti Jompo, Puskesmas atau di klinik/praktek dokter swasta. Nikita, wanita berumur 24 tahun ini bekerja sebagai perawat di sebuah praktek bidan swasta yang beroperasi di Cinere. Tugas yang dilakukan Nikita mungkin secara detail berbeda dengan perawat yang bekerja di Rumah Sakit tapi secara garis besar sama yaitu merawat orang. Apa saja tugasnya? Tugas – tugasnya mencakup periksa kehamilan, menolong persalinan, perawatan bayi yang baru lahir dan perawatan Ibu nifas.

Gaji pokok yang diterima Nikita adalah sebesar Rp. 800.000, dan uang makan per harinya Rp. 20.000. Meskipun jarak antara rumah dan klinik jauh, tapi Nikita tidak diberi uang transport. Nikita mendapat tambahan pendapatan jika dia menolong persalinan, Rp. 50.000 per kepala. Jadi kalau dihitung – hitung, gaji Nikita seluruhnya kurang lebih sebesar Rp. 1.900.000 sampai Rp. 2.400.000. “Gaji total saya ga tentu, kalau pasien banyak yang operasi, saya suka mendapat insentif sekitar 100-200ribu, lalu tergantung juga dengan berapa orang yang saya tolong persalinannya” jelas Nikita.

Apa gaji sebesar itu cukup? Ketika ditanya Nikita hanya senyum miris, dia merasa gajinya tidak sesuai dengan ilmu dan kemampuannya karena Nikita merupakan S1 Sarjana Sains Terapan. Nikita juga mengeluhkan mengenai jam kerjanya. Dia bekerja dari jam 06.00 – 10.00 lanjut lagi jam 16.00 – 21.00 dan selama jeda yang lama itu, Nikita tidak diperkenankan pulang ke tempat tinggalnya melainkan istirahat di asrama dekat klinik tempat dia bekerja. Lalu apa yang terjadi bila Nikita sakit? Nikita tidak mendapat asuransi dari perusahaannya melainkan dia dapat mengambil obat gratis di klinik dan bila Nikita tidak masuk dengan alasan apapun uang makan tidak akan diberikan. Perusahaan Nikita tidak mempunyai Serikat Pekerja tapi Nikita diijinkan untuk menjadi anggota Serikat Pekerja di luar, meskipun Nikita masih tidak tertarik untuk bergabung dengan Serikat Pekerja,

Ketika ditanya mengenai kesannya mengenai website www.gajimu.com, lagi-lagi Nikita tersenyum simpul sambil berkata, “Sebenarnya sih bagus sekali websitenya, sangat bermanfaat sayangnya masih banyak masyarakat di Indonesia yang menganggap remeh informasi mendidik yang diberikan www.gajimu.com yang membuat mereka malas, acuh dan tidak mau belajar”.

Pesan – pesan dari Nikita yang mungkin berguna untuk mengembangkan proyek gajimu ke depannya adalah semoga informasi di cek gajinya bisa lebih spesifik dan akurat, jangan pernah bosan untuk mengedukasi dan mempromosikan website gajimu dan adakan pengenalan website www.gajimu.com ke kantor-kantor. Nikita menambahkan agar WageIndicator Belanda untuk terus mensupport program gajimu sampai semua golongan bisa menikmati fasilitas dan informasi yang diberikan.

<<<Previous