Maya (22 tahun), Perawat Rumah Sakit

Apa jadinya bila Rumah Sakit tidak ada perawat hanya dokter? Rumah sakit tidak akan berjalan dengan baik. Maya, seorang perawat dari salah satu Rumah Sakit di bilangan Jagakarsa menyatakan bahwa pekerjaan perawat itu banyak antara lain merawat/mengobservasi keadaan pasien dari waktu ke waktu, melakukan tindakan awal bagi pasien yang membutuhkan (tindakan saat pasien menghadapi situasi gawat darurat), memastikan pasien meminum obat yang diberi oleh dokter, mengganti perban.

Maya juga menuturkan kepada Gajimu bahwa dia mendapat gaji sekitar Rp. 1.000.000 – Rp. 1.300.000 termasuk tunjangan transportasi, profesi dan makan. Yang menurut Maya, gaji tersebut masih kurang untuk memenuhi biaya kehidupan sehari – hari apalagi Maya sudah berumah tangga. Siasat Maya untuk menambah pendapatannya adalah dia menawarkan diri untuk menjadi supervisi, kerja supervise adalah mengecek kelengkapan fasilitas, kebersihan kamar dan perawatan kamar seperti ganti sprei, cek kelengkapan alat mandi,dll. Gaji yang Maya terima sebagai supervisi satu lantai Rumah Sakit adalah sebesar Rp. 1.300.000.

Jam kerja diatur dengan sistem shift, ada shift pagi, siang, sore dan malam, dalam shift manapun jam kerjanya sama yaitu 7 jam kerja, setengah jam istirahat. Maya juga menyadari pentingnya memiliki asuransi kesehatan karena Maya adalah seorang perawat. Jadi meskipun, Rumah Sakit tidak memberi asuransi kesehatan, dia tetap mempunyai asuransi sendiri diluar kantor. “Tapi enaknya kerja di Rumah Sakit, kalau kita sakit kita boleh ambil obat secara gratis” cetus Maya. Cuti melahirkan dan menyusui juga didapat oleh Maya. Perusahaan Maya cukup mengindahkan peraturan yang ada dalam Undang- Undang jadi Maya tidak terlalu merasa kecewa, dia hanya kecewa dengan gaji pokoknya yang kecil.

Saat gajimu menganjurkan Maya untuk mengecek kelayakan gaji dan mengisi survey gaji, Maya dengan antusias melakukannya. “Sayang sekali ya,mungkin perawat masih jarang yang isi survey ya, jadi saya tidak bisa mengecek gaji saya deh, padahal ingin tau” tutur Maya dengan nada sedikit kecewa. Maya pun berpesan kepada Gajimu dan WageIndicator agar terus mensosialisasikan website ini dan dia juga berpesan agar survey gaji dibuat menjadi lebih simple karena pertanyaannya terlalu banyak membuat orang pusing dan terkadang berhenti ditengah jalan.

Next>>>