Peraturan Penyusunan Struktur dan Skala Upah

Apa yang dimaksud dengan Struktur Skala Upah?

Menurut Pasal 1 angkat 3 Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah, Definisi Struktur dan Skala Upah adalah Susunan Tingkat Upah dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi atau dari yang tertinggi sampai dengan yang terendah yang memuat kisaran nominal upah dari yang terkecil sampai dengan yang terbesar untuk setiap golongan jabatan.

 

Apa komponen upah dalam Struktur Skala Upah tersebut?

Komponen Upah yang tercantum dalam struktur skala upah ialah Upah Pokok. Yang dimaksud dengan upah pokok adalah imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat atau jenis pekerjaan yang besarnya ditetapkan berdasarkan kesepakatan, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 07 Tahun 1990. 

 

Selain itu di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, dijelaskan juga mengenai komponen upah. Apabila komponen upah terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap, maka besarnya upah pokok paling sedikit 75 % dari Upah Pokok dan Tunjangan Tetap. Namun, jika Komponen upah terdiri dari  upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap, maka besarnya upah pokok yakni 75% dari Upah Pokok dan Tunjangan Tetap. Hal ini sesuai dengan Pasal 5 ayat (2) dan ayat (3) PP 78 tahun 2015

 

Apakah perusahaan wajib menyusun dan memberitahukan struktur skala upah?

Ya, wajib. Berdasarkan pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 ayat (1) Permenaker nomor 1 tahun 2017, Perusahaan wajib menyusun dan memberitahukan struktur skala upah kepada pekerja, dan dilakukan secara perorangan

 

Dapatkah pihak Perusahaan membuat penyusunan struktur skala upah tanpa mengacu kepada peraturan yang ada?

Tidak bisa, Perusahaan wajib membuat struktur skala upah dengan mengacu Peraturan menteri ketenagakerjaan nomor 1 tahun 2017 tentang Struktur Skala Upah

 

Apa fungsi dari struktur skala upah?

Struktur skala upah digunakan sebagai pedoman untuk penetapan upah berdasarkan satuan waktu

 

Bagaimana tahapan dalam penyusunan Struktur Skala Upah?

  • Analisa Jabatan, adalah proses memperoleh dan mengolah data jabatan menjadi informasi jabatan yang dituangkan dalam bentuk uraian jabatan
  • Evaluasi jabatan, merupakan proses menilai, membandingkan, dan memeringat jabatan
  • Penentuan struktur dan skala upah, dilakukan oleh pengusaha berdasarkan kemampuan perusahaan dan harus mempertimbangkan upah minimum yang berlaku

 

Apa saja yang menjadi dasar pertimbangan penyusunan struktur upah?

Struktur skala upah yang disusun oleh Pengusaha wajib mempertimbangkan golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan dan kompetensi.  (pasal 2 ayat (1) Permenaker 1/2017)

 

Siapa yang menetapkan struktur skala upah?

Pimpinan Perusahaan dalam bentuk Surat Keputusan

 

Apakah pengusaha dapat mendiskusikan bersama dengan pekerja dan/atau serikat pekerja terkait penyusunan struktur skala upah?

Ya, dapat. Pengusaha dapat mendiskusikan struktur skala upah dengan Pekerja dan/atau Serikat Pekerja, di dalam forum Perumusan Perjanjian Kerja Bersama (PKB)

 

Apakah struktur skala upah wajib diberitahukan kepada pekerja?

Ya, struktur skala upah wajib diberitahukan oleh Pengusaha kepada pekerja yang dilakukan secara perorangan

 

Apakah terdapat sanksi bagi Pengusaha yang tidak memberitahukan struktur dan skala upah?

Berdasarkan Pasal 12 Permenaker nomor 1 Tahun 2017, terdapat sanksi administratif bagi pengusaha yang tidak menyusun dan memberitahukan struktur skala upah kepada pekerja. Bentuk-Bentuk Sanksi administrasi yang dapat dikenakan terhadap pengusaha yakni berupa : 1. Teguran Tertulis. 2. Pembatasan Kegiatan Usaha. 3. Penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi. 4. Pembekuan kegiatan usaha.  jenis-jenis sanksi administasi tersebut sesuai dengan pasal 59 ayat (2) PP Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

 

Adakah contoh struktur skala upah?

Berikut contoh struktur skala upah berdasarkan lampiran peraturan menteri tenaga kerja nomor 1 tahun 2017 tentang Struktur Skala Upah :

Langkah 1

Tentukan jabatan dan uraian tugas masing-masing jabatan

contoh :

  1. Tukang Kayu : melaksanakan pekerjaan konstruksi kayu atap, kusen, pintu dan jendela, termasuk plafon, lantai, dan dinding kayu sesuai gambat kerja
  2. Tukang Batu : melaksanakan pekerjaan konstruksi batu kali dan batu bata, pelesteran, siar, sesuai gambar kerja
  3. Pembantu Tukang : membantu pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan tukang kayu dan/atau tukang batu

 

Langkah 2

Buat daftar jabatan dan urutkan jabatan tersebut berdasarkan uraian tugasnya dari yang termudah hingga yang tersulit

 

Langkah 3

Buat tabel dan struktur skala upah yang terdiri dari kolom jabatan, golongan jabatan, upah terkecil, dan upah terbesar

 

Langkah 4

Tentukan upah terkecil untuk jabatan terendah

 

Langkah 5

Tentukan upah terbesar untuk jabatan terendah

 

Langkah 6

Tentukan upah terkecil dan upah terbesar untuk jabatan selanjutnya dengan mengikuti langkah 4 dan langkah 5

 

Langkah 7

Masukan upah terkecil dan terbesar masing-masing jabatan ke dalam Tabel Struktur dan Skala Upah

 

Langkah 8

Tentukan golongan jabatan untuk masing-masing jabatan

 

Sumber :

Indonesia. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Tenaga Kerja.

Indonesia. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 2017 tentang Struktur dan Skala Upah

Hukum Online

 

 

Loading...